![]() |
Saat-saat aku mulai mendengar suara itu, dibalik
bayang-bayang semu hawa gelap dunia mimpi. Sukmaku kian terikat, terjerat rantai kegelapan yang
semakin lama kian kuat. Aku meronta-ronta, mencoba memukul-mukul sesuatu dalam
mimpiku agar aku bisa sadar. Namun kenapa aku tetap terjerat hawa gelapnya
mimpi. Aku mulai keringat. Dan mulai menggenangi lekukan-lekukan seluruh
ragaku. Aku semakin bosan-bosan dan sangat bosan dengan keadaan ragasukmaku,
tapi apa? Suara itu, suara itu mulai
lagi mendekatiku dan mengahantuiku.
Mimpiku sudah berakhir beberapa lembar.
Aku masih menunggu beberapa lembar lagi. Aku sadar bahwa mimpiku sudah
berakhir. Namun tanpa sadar dalam mimpiku suara itu datang lagi dan datang
lagi. Aku heran, kenapa bait mimpiku masih berlanjut lagi. Apakah ini yang
namanya diburu mimpi? Atau aku yang menghendaki mimpi itu? Tidak, itu semua
terjadi tanpa aku kehendaki. Suara-suara itu perlahan-lahan mulai membuka bait
mimpiku yang kedua. Aku mulai mempersiapkan diri bahwa mimpiku kali ini mungkin
lebih berat dari mimpi sebelumnya karena suara yang kudengar terkadang
dekat-jauh. Aku seperti sutradara saja yang tahu sekenario cerita mimpiku
sendiri. Hatiku semakin risau dan gundah memikirkan keadaan diriku yang dijaring
oleh suara-suara misterius itu. Ahhhhh.... masabodoh, aku tak peduli
suara-suara itu. Aku muak dengan suara-suara gelap itu. Aku tak mau lagi
memikirkannya. Aku mencoba merubah sekenario mimpiku menjadi sekanario sekolah,
cerita ini memulaikan aku pada prestasiku disekolah dan prestasiku yang lain. Tapi sekenario itu
ternyata tak berhasil. Aku kembali lagi ke sekenario mimpi yang semula dan
memulai perananku dari ruang kosong itu. Ternyata dalam kesepian dan
ketidakmengertian harus memikirkan apa, suara-suara itu datang lagi dan
meraba-raba pundakku dari belakang, menyusuri leherku bagian belakan menusuk
lembaran daun telingaku dan menusuknya kerasssss........kerasssss.....! aku
teriak, teriak sejadi-jadinya.
Selang beberapa lama
aku terrbangun dari tidur dan menyadari apa yang telah terjadi malam ini
padaku. Aku melihat disekeliling kamar dan mencoba mencari saklar lampu dan
menyalakannya. Terlihat rapid an tidak terjadi apa-apa. Aku tersenyum-senyum
ternyata ketakutannku adalah mimpi,
mimpi yang membuatku tak sadarkan diri.
